Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah komponen utama Asesmen Nasional (AN) yang mengukur kemampuan literasi membaca dan numerasi murid. AKM dirancang bukan untuk menguji hafalan materi pelajaran, melainkan untuk mengukur kemampuan berpikir fundamental yang menjadi fondasi belajar sepanjang hayat.
Apa Itu AKM?
AKM adalah asesmen yang mengukur dua kompetensi inti:
1. Literasi Membaca
AKM Literasi bukan hanya tentang membaca teks โ murid dituntut untuk: - Menemukan informasi tersurat dan tersirat - Menginterpretasikan dan mengintegrasikan informasi dari berbagai sumber - Mengevaluasi dan merefleksikan isi teks secara kritis
2. Numerasi
AKM Numerasi bukan ujian matematika โ ia mengukur kemampuan menggunakan matematika dalam konteks nyata, bukan sekadar menghitung menggunakan rumus.
Format Soal AKM
AKM menggunakan beragam format soal yang menuntut pemikiran mendalam:
| Format | Deskripsi | |--------|-----------| | Pilihan Ganda (PG) | Satu jawaban benar dari 4โ5 opsi | | PG Kompleks | Beberapa pernyataan, murid memilih semua yang benar | | Menjodohkan | Menghubungkan informasi dari dua kolom | | Isian Singkat | Jawaban berupa angka atau kata kunci | | Uraian | Jawaban panjang dengan penjelasan dan alasan |
Satu stimulus (teks/konteks) bisa diikuti oleh 3โ6 soal dengan format berbeda-beda.
Contoh Soal AKM Literasi (SD Kelas 5)
Stimulus: Teks informasi tentang proses daur ulang sampah plastik (300โ400 kata) disertai infografis alur daur ulang.
Soal 1 (PG โ Menemukan Informasi) Berdasarkan infografis, tahap apa yang terjadi setelah sampah plastik dikumpulkan? a) Langsung dijual ke pabrik b) Dipilah berdasarkan jenisnya c) Dibakar untuk menghasilkan energi d) Dikirim ke tempat pembuangan akhir
Soal 2 (Uraian โ Merefleksikan) "Mengapa penulis menyebut daur ulang sebagai 'investasi untuk masa depan'? Setujukah kamu? Jelaskan dengan alasanmu sendiri menggunakan informasi dari teks."
Contoh Soal AKM Numerasi (SMP Kelas 8)
Stimulus: Tabel data penjualan minuman di kantin sekolah selama 5 hari beserta harga masing-masing minuman.
Soal 1 (PG Kompleks) Pernyataan mana yang BENAR berdasarkan data? (pilih semua yang benar) - [ ] Pendapatan hari Rabu lebih besar dari hari Senin - [ ] Minuman paling laris bukan yang paling mahal - [ ] Rata-rata penjualan per hari melebihi 50 botol - [ ] Jika tren berlanjut, pendapatan minggu depan akan naik
Soal 2 (Uraian) "Kepala sekolah ingin menambah 2 jenis minuman baru. Berdasarkan data yang ada, berikan rekomendasi strategi harga untuk minuman baru tersebut. Jelaskan analisismu."
Strategi Mempersiapkan Murid Menghadapi AKM
1. Biasakan Membaca Teks Beragam
2. Latih Membaca Grafik dan Tabel
3. Dorong Penjelasan, Bukan Sekadar Jawaban
4. Gunakan Konteks Nyata
5. Jangan Drill Soal AKM Secara Berlebihan
Butuh bank soal yang melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi sesuai standar AKM? Generator Soal AI di BahanAjar.com bisa membuat soal literasi dan numerasi kontekstual untuk berbagai jenjang.
FAQ Seputar AKM
Kelas berapa yang mengikuti AKM? AKM diikuti oleh murid kelas 5 SD, kelas 8 SMP, dan kelas 11 SMA/SMK. Dipilih murid di tengah jenjang (bukan kelas akhir) agar hasilnya bisa digunakan untuk perbaikan pembelajaran sebelum lulus.
Apakah nilai AKM masuk ke rapor murid? Tidak. AKM adalah asesmen untuk sekolah, bukan murid secara individual. Hasilnya digunakan untuk evaluasi dan perbaikan kualitas pembelajaran di tingkat sekolah dan daerah โ bukan untuk menentukan kelulusan atau nilai rapor murid.
Apakah AKM bisa dijadikan acuan penilaian harian di kelas? Pendekatan dan tipe soal AKM sangat baik diadopsi untuk penilaian harian โ terutama soal uraian kontekstual dan soal berbasis teks multimodal. Ini juga melatih murid berpikir kritis secara rutin.
Apa perbedaan AKM dengan UN (Ujian Nasional)? UN menguji penguasaan materi per mata pelajaran dan menentukan kelulusan murid. AKM mengukur literasi dan numerasi lintas mapel, tidak menentukan kelulusan, dan ditujukan untuk evaluasi sistem pendidikan, bukan penilaian individu murid.
Bagaimana sekolah menggunakan hasil AKM? Hasil AKM ditampilkan di Rapor Pendidikan sekolah. Sekolah menggunakannya untuk identifikasi area yang perlu diperkuat: apakah murid lemah di literasi teks fiksi? Di numerasi geometri? Temuan ini jadi dasar perencanaan program sekolah berikutnya.
Kesimpulan
AKM bukan ujian yang perlu ditakuti atau dikejar dengan drill soal. Ia adalah cermin kemampuan berpikir fundamental murid yang dibangun setiap hari di kelas. Guru yang konsisten membiasakan murid membaca beragam teks, berpikir kritis, dan menerapkan matematika dalam konteks nyata adalah guru yang paling efektif dalam mempersiapkan murid untuk AKM โ dan yang lebih penting, untuk kehidupan.



